Cerita Rakyat Betawi Terbaik dari Jakarta

Cerita rakyat yang bagus untuk dibaca ini berasal dari Jakarta. Ada banyak legenda dan dongeng yang mendarah daging untuk diambil makna di baliknya. Anda juga bisa menggunakannya untuk pembelajaran bagi anak-anak sekaligus mengenal sejarah.

Cerita Rakyat Betawi Terbaik dari Jakarta

  • Sabeni si Pendekar

Cerita pendekar Betawi pertama yang bisa dibaca adalah cerita tentang Sabeni si Pendekar. Warga Jakarta tentunya sudah pernah mendengar cerita tentang pejuang yang satu ini. Beliau adalah orang kuat yang terkenal pada zamannya.

Sabeni terkenal dengan keberaniannya dalam melawan orang yang akan melamar gadis impiannya. Namanya juga dijadikan sebagai nama jalan sehingga cukup memberikan makna mendalam bagi warga Jakarta. Bukan hanya itu saja ketangguhannya juga teruji pada masa penjajahan.

Beliau pernah mendapat tantangan dari Jepang untuk melawan pegulat Sumo yang cukup kuat. Namun semua pegulat itu kalah ketika melawan Sabeni, sejak saat itu beliau dikenal sebagai pendekar yang sakti. Tentu saja sampai beliau menghembuskan nafas terakhirnya.

  • Si Pitung

cerita rakyat 1

Tidak hanya berhenti pada Sabeni, Jakarta punya kisah orang pemberani Betawi lainnya yakni Si Pitung. Keunikan dari Si Pitung adalah selain berani beliau juga memiliki ilmu untuk menghilang. Kisahnya dimulai ketika ada orang Belanda yang berniat untuk menangkapnya.

Namun seketika juga Pitung bisa menghilang sehingga orang Belanda itu tidak bisa menangkapnya. Ketika digeledah di seluruh rumah kakeknya si Pitung ternyata tidak ada jejak apapun di dalamnya. Sampai akhirnya Pitung menunjukkan dirinya berada di dalam dapur.

Hal ini tentu menjadi bukti bahwa Pitung memiliki kemampuan khusus menghilang dan menghindar dari orang Belanda itu. Kisah Pitung ini juga cukup terkenal dan menjadi kisah berpengaruh bagi warga Jakarta.

  • Si Jampang

Masih dengan kisah orang sakti Betawi yang jago silat, kisah berikutnya ini bernama Si Jampang. Jampang adalah orang yang suka merampok bahkan saat sudah memiliki anak dan istri. Beliau memiliki teman bernama Sarba dan berniat untuk mengunjunginya.

Sarba adalah teman baik Jampang namun karena terlalu sibuk dengan profesi merampoknya Jampang lama tidak mengunjunginya. Namun ketika sampai di rumah Sarba ternyata sangat sepi. Hanya terlihat istri dan anak Sarba yang masih kecil.

Sesampainya di rumah Sarba, istri Sarba berkata bahwa Sarba sudah lama meninggal. Mayangsari, istri Sarba menceritakan kejadian meninggalkan Sarba dan juga ingkarnya janji untuk mengorbankan dua ekor kerbau pada anaknya.

Namun justru dengan hal ini Jampang ternyata menyimpan perasaan pada Mayangsari. Mayangsari tidak menerimanya dan menolak dengan lembut. Namun Jampang tetap berusaha dengan merayu anaknya.

Anak Mayangsari tahu bahwa Jampang bukanlah orang baik dan suka merampok. Sehingga dia mencari cara untuk menggagalkan rencana Jampang menikahi Ibunya. Apalagi dilihat Ibunya juga tidak suka menikah dengan Jampang.

Sampai akhirnya anak Mayangsari memberikan syarat untuk Jampang agar beliau bisa memberikannya dua ekor kerbau. Pada zaman dahulu kerbau adalah ternak yang mahal dan susah untuk didapatkan. Meskipun Jampang adalah orang yang ahli dalam mencuri ternyata dia gagal mendapatkannya.

Sebelum bisa membawa pulang kerbau syarat dari anak Mayangsari, Jampang keburu ditangkap polisi karena ketahuan. Bukannya bisa memiliki Mayangsari, Jampang justru harus mendekam di penjara.

Dari beberapa cerita rakyat tersebut Anda bisa mengambil makna mendalam di baliknya. Kisah dari Jakarta ini bisa diambil konsekuensi yang akan didapatkan ketika berbuat baik maupun jahat. Begitu pula timbal balik kehidupan yang sebenarnya.