July 23, 2021

Internet Positif

Internet Positif

Bidang Studi Ilmu Ekonomi

2 min read

Bidang Studi Ilmu Ekonomi

Bidang Studi Ilmu Ekonomi

Ekonomi adalah studi tentang perilaku manusia, baik secara individu atau kolektif, menggunakan faktor-faktor produksi yang terbatas untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas.

Ekonomi selalu dikaitkan dengan:

  • Kemampuan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa (maksimisasi keuntungan).
  • Keinginan orang untuk menerima barang dan jasa (kepuasan dan kemakmuran yang maksimal)
  • Ilmu ekonomi dibagi menjadi ekonomi mikro dan ekonomi makro.

1. Ilmu Ekonomi Mikro adalah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari bagian-bagian kecil dari ekonomi, seperti perilaku individu, perilaku konsumen, perilaku produsen, harga, dan sebagainya. Ekonomi mikro berfokus pada analisis dalam pengambilan keputusan untuk:

  • Mewujudkan efisiensi penggunaan faktor produksi.
  • Mencapai kepuasan maksimal, hasil atau keuntungan.

2. Ilmu Ekonomi Makro adalah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari perekonomian secara keseluruhan suatu negara/daerah, seperti inflasi, pengangguran, pendapatan nasional. Ekonomi makro berfokus pada:

  • Pentingnya pertanyaan (D) dalam menentukan kegiatan ekonomi.
  • Menetapkan langkah-langkah dan intervensi untuk mencapai tujuan ekonomi (kinerja ekonomi).

 

Sejarah Perkembangan Ekonomi

Ilmu ekonomi telah dipelajari oleh manusia sejak zaman Aristoteles (350 SM), namun masih bersifat filosofis.

Setelah itu dipelajari lagi oleh Thomas Aquinas pada tahun 1270 dan oleh Fransois Quesnay pada tahun 1758. Namun, ia tidak membentuk suatu disiplin ilmu, ia masih seorang fisiokrat.

Buku Adam Smith The Wealth of Nations

Ilmu ekonomi berhasil dinobatkan sebagai salah satu disiplin ilmu pada tahun 1776 oleh Adam Smith dalam bukunya The Wealth of Nations. Itulah sebabnya Adam Smith dianggap sebagai bapak ekonomi.

 

1. Teori Ekonomi Klasik (The invisible hand)

Ide-ide Adam Smith dikembangkan lebih lanjut oleh berbagai ahli, sehingga lahir Aliran Ekonomi Klasik. pendiri sekolah klasik adalah Thomas Malthus (1789), David Ricardo (1817) dan Alfred Marshall (1890).

Pengikut Arilan klasik percaya bahwa ekonomi didasarkan pada mekanisme pasar (invisible hand). Keyakinan ini karena ada hukum yang mengatakan:
“Penawaran menciptakan permintaannya sendiri”
(Perekonomian selalu dalam layanan penuh)
Pemikiran klasik mengarah pada pengembangan bagian ekonomi yang dikenal sebagai teori ekonomi mikro. Teori ekonomi klasik mencapai puncaknya pada tahun 1920-an. Saat itulah teori klasik berhasil memajukan perekonomian negara-negara Amerika dan Eropa.

Indikator teori ekonomi klasik ini ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, yang ditandai dengan tingginya kemakmuran masyarakat. Pada saat itu, itu dianggap abadi.

Namun asumsi tersebut tidak terwujud, namun perekonomian AS dan Eropa mulai memburuk pada Oktober 1929 yang ditandai dengan turunnya harga saham, runtuhnya sektor perbankan dan menurunnya aktivitas sektor riil (market failure/market failure).

Dari tahun 1929 hingga 1933, ekonomi AS menyusut (penurunan), mempengaruhi seluruh ekonomi dunia, yang ditandai dengan pengangguran yang tinggi dan tingkat inflasi yang lebih tinggi.

 

2. Teori Ekonomi Neoklasik

Krisis ekonomi telah menyebabkan masyarakat tidak mempercayai teori ekonomi klasik dan munculnya teori baru yaitu teori ekonomi neoklasik. Asal usul teori baru ini dikemukakan oleh John Maynard Keynes dalam bukunya The Generale Theory of Employment, Interest and Money.

Pemikiran Keynes didasarkan pada perlunya intervensi pemerintah dalam perekonomian. Pemikiran Keynes mengarah pada pengembangan bagian ekonomi yang dikenal sebagai teori ekonomi makro. Sumber Rangkuman Terlengkap : SeputarPengetahuan.Co.Id

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.