6 Langkah Hilangkan Trauma, Berdamai Dengan Periode Lalu

Mayoritas dari warga tentu pernah merasakan kejadian traumatis walau cuman satu atau 2x sejauh hidupnya. Meski begitu, tidak seluruhnya pada mereka yang mempunyai pengalaman meningkatkan trauma

6 Langkah Hilangkan Trauma, Berdamai Dengan Periode Lalu

saat alami peristiwa itu bahkan juga beberapa pada mereka malah alami post traumatic growth (PTG). Untuk mereka yang alami trauma masa lampau, umumnya bermacam reaksi dalam dianya ada sebagai pertanda atau bahkan juga wujud dari trauma tersebut.

Table of Contents

– Apakah itu Trauma?
– Langkah Hilangkan Trauma
– 1. Ketahui jika reaksi ini lumrah dan normal
– 2. Temui reaksi yang ada
– 3. Cari support
– 4. Aktif berperan serta dalam barisan dengan keadaan yang sama
– 5. Coping secara religius
– 6. Cari kontribusi professional

Apakah itu Trauma?

Trauma ialah satu pengalaman yang tidak membahagiakan di mana bisa memunculkan ketidaktahuan, perasaan takut, hati tidak bisa terselamatkan atau helpless, disosiasi, kekhawatiran, dan lain-lain. Saat tidak ditangani, trauma bisa memunculkan imbas jelek periode panjang pada pribadi (Trauma – APA Dictionary of Psychology, t.t.).

Misalkan saja Ani, seorang mahasiswa yang sempat alami kecelakaan jalan raya saat dia baru masih awal mula memakai sepeda motor. Pada kejadian itu dia alami cidera serius yaitu tulang patah lengan tangan kirinya. Sejak kejadian itu dia trauma bila disuruh untuk memakai sepeda motor di jalan raya dan ada bermacam pertanda atau wujud dari traumanya. Beberapa wujud tanda-tanda atau pertanda dari traumanya itu seperti kuatir dan takut jika dia akan kecelakaan kembali, badannya tremor dan berkeringat dingin, sampai amarahnya meletus karena dia tidak bisa mengatur dianya.

Saat pribadi hadapi dengan keadaan sama dengan Ani, ada yang dapat mengatur reaksi-reaksi yang ada dalam diri mereka dengan menangani trauma masa lampau dan ada juga yang belum. Pada pribadi yang belum pahami langkah menanganinya secara tepat, beberapa dari mereka condong lakukan taktik coping yang kurang pas atau non adaptif coping strategy, seperti menghindar sumber ketakutan atau trauma. Penyeleksian taktik coping yang tidak pas ini sebenarnya bisa jadi memperburuk trauma yang dirasakan oleh pribadi tersebut.

Langkah Hilangkan Trauma

Trauma sendiri akan susah untuk dilalaikan dan condong tinggal dalam memory kita (Bhinnety, 2008). Hal yang bisa dilaksanakan untuk menanganinya ialah tanggapan atau reaksi kita pada trauma masa lampau itu. Tanggapan itu bisa dilaksanakan dengan coping taktik saat trauma itu datang dari daya ingat dan mengusik kehidupan kita setiap hari. Untuk kurangi terjadinya kemungkinan pemburukan keadaan trauma karena ketidaktepatan taktik coping, karena itu artikel ini diatur untuk memberi contoh-contoh langkah hilangkan trauma berkelanjutan yang dapat dilaksanakan untuk kurangi reaksi badan karena trauma itu.

1. Ketahui jika reaksi ini lumrah dan normal

Beberapa saat sesudah alami kejadian yang memunculkan trauma, ada beberapa warga yang berasa ketakutan, kuatir, atau badannya munculkan reaksi terlalu berlebih saat ingat peristiwa itu atau cuman ter-trigger. Center for Disease Kontrol (CDC) (t.t.) sampaikan jika langkah pertama menangani trauma mental yang dapat dilaksanakan pribadi untuk hilangkan atau menangani trauma ialah mengetahui jika reaksi yang tidak normal pada keadaan yang tidak normal ialah suatu hal yang lumrah.

Sebagai contoh, saat Ani rasakan reaksi dalam dianya karena trauma itu, dia ambil waktu sesaat untuk atur napas dan menentramkan dianya. Seterusnya dia mengingati ke dirinya jika “Ani, rasa takutmu untuk menunggangi motor kembali itu lumrah. Tidak permasalahan kok jika saat ini kamu belum juga dapat untuk berkendaraan di jalan raya kembali”.

2. Temui reaksi yang ada

Ada rasa atau reaksi tertentu karena trauma yang dirasanya kadang membuat beberapa pada mereka berasa menghindar rasa itu lebih bagus dibanding melawannya. Akan tetapi, saat sikap menghindari ini dilaksanakan berkali-kali, malah bisa jadi memperburuk kesehatan psikis yang berkaitan dan menghindari proses dari healing (Jeong Youn dan Halfond, 2019).

Sikap menghindar yang ditujukan pada point ini semacam jadi tidak produktif karena tidak ingin keluar dari rumah supaya terbebas dari pemrakarsa perasaan takut atau reaksi traumatis lainnya. Kebalikannya, hilangkan trauma masa lampau dengan hadapi triggers atau pemrakarsa itu secara perlahan-lahan bisa menolong pribadi itu untuk kembali lagi ke rutinitasnya. Memang ini tidak gampang dan memakan waktu dan support dari bermacam faksi.

Misalkan saja pada contoh Ani yang saat awal mula coba hilangkan traumanya, ia masih gampang kepancing dengan triggers yang ada. Saat dia merasainya, dia akan menentramkan diri sambil memberi afirmasi positif untuk dianya. Sesudah konstan, dia coba dari hal yang paling simpel yaitu membonceng untuk menjawab rasa kuatirnya jika tidak setiap waktu kecelakaan itu terjadi. Demikian seterusnya secara perlahan-lahan dan setahap Ani hadapi satu demi satu merasa tidak nyaman dari traumanya.

3. Cari support

Dukungan atau support baik dari orang tersayang sampai lingkungan kerja dan sosial berperanan penting untuk pribadi yang alami trauma mental, khususnya yang pada proses berdamai dengan trauma yang mereka punyai. Wujud support dari beberapa orang di sekitar kita bisa dalam bermacam wujud dimulai dari sekedar rekan mengobrol sampai minta dana untuk menuntaskan beberapa tugas khususnya household sebagai tidak terurus saat reaksi traumatis itu ada (Jeong Youn dan Halfond, 2019).

Tedeschi, Park, and Calhoun dalam Şimşir dkk. (2017) memperlihatkan jika support sosial sebagai salah satunya faktor yang perlu dan bermanfaat dalam memberikan dukungan post traumatic growth dan bisa dibuktikan memberi peralihan positif pada pribadi yang alami trauma.

Misalnya, saat Ani ingin coba kembali berkendaraan di jalan raya. Untuk merealisasikannya, Ani minta kontribusi temannya untuk memakai sepeda motor dan Ani membonceng. Dengan kontribusi dan support itu, Ani sukses menunjukkan dan menangani salah satunya reaksi atas kekhawatiran yang berlebihan saat kembali memakai sepeda motor di jalan raya.

4. Aktif berperan serta dalam barisan dengan keadaan yang sama

Tidak bisa disangkal saat seorang ada pada saat-saat yang berat karena trauma uang dia alami, pribadi itu bisa jadi berasa sendirian atau bahkan juga condong menutup diri dari lingkungannya. Bermacam hal yang kemungkinan jadi pemicu pribadi itu berasa sendiri atau pilih sendiri, misalkan saja berasa tidak ada yang dapat pahami hati yang ada karena reaksi pada keadaan traumatis yang dia alami.

Salah satunya langkah hilangkan trauma masa lampau yang bisa dilaksanakan saat alami hal tersebut ialah berperan serta atau tergabung dengan barisan yang alami keadaan yang sama. Kegiatan ini bisa menolong untuk kurangi depresi yang ada dan memberi ruangan untuk mereka tidak untuk berasa sendirian kembali (Şimşir dkk., 2017).

Pada contoh Ani yang alami trauma psikis karena kecelakaan yang menerpanya, dia cari barisan yang sama meskipun keadaannya berbeda tepat. Dia tergabung pada salah satunya group di Facebook yang berisi sama-sama penyintas kecelakaan yang alami beragam masalah psikis yang mengusik kegiatan mereka. Dengan aktif bersama rekanan satu group ini, selainnya memperoleh share langkah untuk berdamai dengan keadaannya, dia berasa tidak sendirian karena ada beberapa Ani-Ani lainnya atau bahkan juga mereka yang mempunyai keadaan yang lebih kronis.

5. Coping secara religius

Langkah yang lain bisa dicoba untuk hilangkan atau menangani dengan trauma yang kita punyai ialah coping secara religius atau spiritual. Şimşir dkk. (2017) menerangkan jika tingkat spiritualitas atau religiusitas pribadi bisa berbeda di antara sebelum dan setelah yang berkaitan alami kejadian traumatis. Akan tetapi, mayoritas simpatisan dalam riset Şimşir dkk. (2017) memperlihatkan peralihan secara positif dan alami kenaikan keyakinan pada tuhan serta lebih dekat sama Tuhan.

Dengan memercayai ketentuan Tuhan atau energi yang semakin besar, pribadi bisa menyaksikan proses berdamai ini jadi sebuah obat trauma atau proses yang bisa berbuah baik secara psikis atau secara religius. Hal ini terkait dengan kenaikan kesabaran untuk melalui proses berdamai yang tidak singkat, tapi dibutuhkan untuk beberapa penyintas (Jeong Youn dan Halfond, 2019).

Misalkan Ani yang jalani proses yang tidak gampang untuk berdamai dengan rasa ngerinya untuk kembali memakai sepeda motor di jalan raya. Dia usaha untuk terima takdir yang diberi oleh Tuhan sesudah beberapa waktu dia berasa Tuhan tidak adil karena membuat ketakutan dan trauma yang lumayan berat untuk Ani.

Sesudah dia sanggup terima keadaannya, Dia ingat tuntunan dalam apa yang diyakininya jika Tuhan akan memberi hasil yang sesuai usaha yang sudah dilakukan hambanya, karena itu Ani terus semangat untuk berproses untuk menangani trauma psikis dan trauma fisik yang dia alami.

6. Cari kontribusi professional

Untuk pribadi yang usaha hilangkan traumanya, proses langkah hilangkan pemikiran negatif yang dilewati pada seseoarang tentu tidak gampang. Saat saat lakukan usaha itu pribadi alami masalah seperti tidak berasa tidak mampu hadapi reaksi fisik dan mental dari trauma yang ada, karena itu lebih bagus cari kontribusi professional. Ini karena tidak seluruhnya proses hilangkan atau menangani trauma itu gampang dan ada banyak keadaan yang membutuhkan kontribusi professional seperti psikiater atau psikolog.

Misalkan saja, Ani yang rasakan ketakutan yang teramat benar-benar sampai terikut ke mimpi. Karena Ani berasa tidak bisa mengontrol alam bawah sadarnya, karena itu dia memilih untuk cari kontribusi psikiater. Dengan lakukan diskusi dan rangkaian therapy, sekarang dia lebih sanggup atur dianya saat alami ketakutan dan mimpi jelek karena ketakutan itu juga jarang-jarang menghantui Ani.

Begitu enam langkah yang bisa dilaksanakan untuk pribadi yang pada proses berdamai dengan traumanya. Ke enam cara itu bukan sebuah posisi yang perlu dilaksanakan secara beruntun. Disamping itu, beberapa cara yang dikatakan pada artikel ini cuma beberapa kecil langkah berdamai dengan trauma yang dapat disamakan dengan keadaan masing-masing.

 

kunjungi juga asukoe.id